Di Bali, listrik rumah tangga dikenai tarif Rp1.444,70/kWh untuk meteran berdaya 1.300 atau 2.200 VA dan Rp1.699,53/kWh mulai 3.500 VA, ditambah pajak penerangan jalan sekitar 5% tergantung kabupaten/kotanya. Tarif ini tidak berubah sejak 1 Januari 2026, dan secara umum stabil sejak 2022 untuk rumah tangga nonsubsidi: Kementerian ESDM, yang menetapkannya setiap triwulan, menegaskan pada 30 Juni 2026 bahwa tarif dibekukan untuk Juli–September. Di sebagian besar hunian sewa, Anda akan membayar dengan sistem prabayar, memakai “token” 20 digit yang dibeli lewat aplikasi atau di minimarket, umumnya mulai Rp20.000; token Rp100.000 kira-kira menghasilkan 65,7 kWh di meteran 1.300–2.200 VA setelah dipotong pajak. Untuk anggaran bulanan, siapkan Rp400.000–800.000 untuk hunian kecil yang ditinggali sendiri, Rp1,5–3 juta (sekitar US$90–175) untuk villa 2 kamar dengan kolam renang yang ditempati pemiliknya, dan Rp5–10 juta, kadang lebih, untuk villa 4 kamar dengan AC yang dipakai intensif. AC-lah yang paling menentukan besar kecilnya tagihan.
Siapa yang menetapkan tarif, dan mengapa tidak berubah pada 2026?
PLN menyalurkan listrik, tetapi tidak menentukan harganya. Tarif ditetapkan setiap triwulan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui mekanisme penyesuaian tarif (tariff adjustment) yang didasarkan pada empat parameter: kurs rupiah terhadap dolar AS, harga minyak mentah Indonesia (ICP), inflasi, dan harga batu bara acuan (HBA).
Pada 2026, pemerintah membekukan tarif tiga triwulan berturut-turut:
- Triwulan I (Januari–Maret): tarif yang diumumkan pada 1 Januari 2026 sama dengan tarif 2025.
- Triwulan II (April–Juni): pembekuan diumumkan pada 17 Maret 2026, terkait Idulfitri — “Lebaran tenang”, menurut istilah kementerian.
- Triwulan III (Juli–September): pembekuan diumumkan pada 30 Juni 2026 oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia “untuk menjaga daya beli”, padahal parameter periode acuannya (Februari–April 2026: kurs Rp16.959,32 per dolar AS, harga minyak mentah US$96,12 per barel, inflasi 0,21%, batu bara US$70 per ton) sebenarnya membenarkan kenaikan.
Pembekuan ini mencakup 13 golongan pelanggan nonsubsidi dan golongan bersubsidi — 25 golongan menurut siaran pers triwulan II, 24 menurut siaran pers triwulan III; kementerian sendiri menyebut jumlah yang berbeda dari satu siaran pers ke siaran pers berikutnya. Untuk triwulan IV, belum ada siaran pers resmi hingga 5 Oktober 2026, hari ketika menteri menilai kenaikan kecil kemungkinannya; daftar tarif di bawah tetap berlaku pada Oktober, dan media Indonesia memberitakan tarif ini dipertahankan hingga Desember.
Berapa tarif per kWh sesuai daya meteran Anda?
Semuanya bergantung pada golongan tarif sambungan listrik Anda: R untuk rumah tangga, B untuk bisnis, I untuk industri, P untuk layanan publik. Untuk rumah tangga, daya terpasang (dalam VA) yang menentukan harga per kWh. Berikut daftar tarif yang berlaku dari Januari hingga September 2026, yang sama persis di keempat sumber yang kami bandingkan, termasuk daftar dari Kompas TV per 1 Juli 2026:
| Golongan | Daya terpasang | Tarif 2026 (Rp/kWh) |
|---|---|---|
| R-1/TR 900 VA-RTM | 900 VA | 1.352,00 |
| R-1/TR | 1.300 VA | 1.444,70 |
| R-1/TR | 2.200 VA | 1.444,70 |
| R-2/TR | 3.500–5.500 VA | 1.699,53 |
| R-3/TR | 6.600 VA ke atas | 1.699,53 |
| B-2/TR (bisnis) | 6.600 VA–200 kVA | 1.444,70 |
Beberapa catatan. Tarif bersubsidi yang jauh lebih rendah (Rp415/kWh untuk 450 VA, Rp605/kWh untuk 900 VA “subsidi”) hanya untuk rumah tangga Indonesia yang terdaftar: dalam praktiknya, hunian yang disewakan kepada ekspatriat dikenai tarif nonsubsidi. Hal yang unik dari tabel ini: golongan bisnis B-2 lebih murah per kWh daripada rumah tangga R-2 dan R-3 (1.444,70 berbanding 1.699,53), dan sejumlah villa komersial atau guesthouse tersambung dengan golongan B. Terakhir, dalam mata uang asing, hitung sekitar US$0,080–0,100/kWh tergantung golongannya dengan kurs acuan yang dipakai kementerian untuk triwulan III (Rp16.959,32 per dolar AS, periode Februari–April 2026), yang dipakai untuk semua konversi di artikel ini — hanya sebagai gambaran, karena berbagai panduan memakai kurs antara Rp15.000 dan lebih dari Rp18.000 per dolar AS. Sebuah panduan lokal tahun 2023 juga mencantumkan Rp1.669,53 untuk R-3: kemungkinan besar salah ketik, karena keempat sumber 2026 sepakat di angka 1.699,53.
Untuk mengetahui daya sebuah hunian sebelum menandatangani kontrak, bahkan dari jauh lewat foto meterannya, kode “CL” yang tertera dikalikan 220 memberi perkiraan daya terpasang: CL 4 untuk 900 VA, CL 6 untuk 1.300 VA, CL 16 untuk 3.500 VA.

Token prabayar atau tagihan pascabayar: bagaimana cara kerjanya?
Prabayar adalah sistem yang paling umum di villa dan hunian sewa. Anda membeli pulsa listrik dalam bentuk kode 20 digit — token — yang dimasukkan lewat tombol di meteran, dan meteran akan berbunyi saat sisa kWh tinggal sekitar 20.
Harga per kWh sama untuk prabayar dan pascabayar, hal yang ditegaskan secara eksplisit saat daftar tarif Januari 2026 diumumkan. Token bukan “tarif turis” terselubung, melainkan sekadar cara membayar.
Tempat membeli token: aplikasi PLN Mobile, GoPay, OVO, DANA, dan Shopee, kasir Alfamart dan Indomaret, ATM, serta situs PLN. Nominal isi ulang umumnya mulai Rp20.000; sebagian besar ekspatriat mengisi Rp200.000–500.000 sekali beli. Begitu pindah, catat ID Pelanggan Anda (wajib untuk membeli token) dan pasang aplikasi PLN Mobile: saldo, riwayat pemakaian, pelaporan gangguan. Panduan berbahasa Prancis Welcome in Bali merinci langkah-langkah pembeliannya.
Berapa banyak listrik yang Anda dapat? Untuk meteran 1.300–2.200 VA, token Rp100.000 dengan tarif Rp1.444,70/kWh setara 69,2 kWh kotor; setelah dipotong pajak penerangan jalan sekitar 5%, yang masuk ke meteran sekitar 65,7 kWh.
Untuk pascabayar (tagihan bulanan), PLN menerapkan rekening minimum meskipun pemakaian nol: sekitar 18 kWh per bulan untuk 450 VA, 36 kWh untuk 900 VA, dan 52 kWh untuk 1.300 VA — masing-masing setara 40 jam nyala pada daya terpasang, aturan yang berarti 88 kWh untuk 2.200 VA. Angka-angka ini berasal dari panduan lokal bertanggal 2023 dan belum diverifikasi ulang sejak itu.
Pajak apa saja yang ditambahkan ke harga per kWh?
Tarif PLN bukan harga akhir. Masih ada pajak penerangan jalan, yang dulu disebut “PPJ” dan kini menjadi PBJT atas tenaga listrik sejak reformasi pajak daerah (UU No. 1 Tahun 2022 dan PP No. 4 Tahun 2023). Pajak ini dipungut sebagai persentase dari tagihan atau pembelian token, ditetapkan oleh masing-masing kabupaten/kota, dengan batas maksimum nasional 10% untuk penggunaan umum.
Di Kabupaten Badung, yang mencakup Canggu, Seminyak, Kuta, dan Uluwatu, tarifnya dulu ditetapkan 5% melalui Perda No. 19 Tahun 2011. Perda ini sudah diganti dengan Perda No. 7 Tahun 2023, yang diubah dengan Perda No. 8 Tahun 2025, dan versi resmi daringnya berupa hasil pindaian yang tidak terbaca: kami tidak bisa memastikan tarif 2026 yang tepat dari sumber aslinya. Panduan-panduan lapangan mencatat tambahan biaya 3–5% pada tagihan dan token. Jadi, patokannya: sekitar 5% tergantung kabupaten/kota, dengan batas maksimum 10% menurut undang-undang. Denpasar, Gianyar (Ubud), atau Tabanan bisa menerapkan tarif berbeda, yang belum kami verifikasi.
Berapa sebenarnya tagihan listrik sebuah villa di Bali?
Dalam hal ini, sumber-sumber tampak saling bertentangan. Panduan yang berorientasi pada “kehidupan lokal” menyebut tagihan Rp200.000–1,5 juta per bulan; para spesialis villa untuk ekspatriat menyebut Rp1,5–10 juta. Keduanya benar, karena yang digambarkan bukan hunian yang sama: di satu sisi rumah atau guesthouse dengan pemakaian AC sedang, di sisi lain villa dengan pompa kolam renang dan AC di setiap kamar. AC sendiri sudah menjelaskan sebagian besar selisihnya.
Kisaran yang tercatat pada 2026:
| Jenis hunian | Tagihan PLN bulanan yang tercatat | Sumber |
|---|---|---|
| Kamar atau hunian kecil untuk satu orang | Rp400.000–800.000 | Bali Villa Realty |
| Rumah atau guesthouse tanpa kolam renang | Rp200.000–900.000 di kawasan warga lokal; Rp300.000–1,5 juta di kawasan wisata | Sunburnt Atlas |
| Villa 2 kamar + kolam renang, ditempati pemiliknya | Rp1,5–3 juta (~US$90–175) | Anteyac dan Bali Villa Realty |
| Villa 2 kamar yang disewakan, pemakaian intensif | Rp3–6 juta (~US$175–355) | Anteyac |
| Villa 3 kamar ke atas, pemakaian AC tinggi | Rp4–8 juta (~US$235–470) | Anteyac |
| Villa 4 kamar ke atas, AC dipakai intensif | Rp5–10 juta atau lebih | Bali Villa Realty |
Dari sisi sambungan, daya terpasang yang umum menurut Anteyac: 3.500–5.500 VA untuk villa 2–3 kamar dengan kolam renang (golongan R-2, Rp1.699,53/kWh), minimal 7.700 VA untuk villa 3 kamar dengan beban AC tinggi, 11.000 VA ke atas untuk villa 4 kamar. Hanya sumber ini yang merinci jenjang daya tersebut, tetapi angkanya sejalan dengan daftar tarif resmi.
Dalam anggaran keseluruhan villa 2 kamar yang disewa, siapkan Rp5–9 juta per bulan untuk semua biaya utilitas (listrik, air, internet fiber, gas), atau sekitar US$295–530, dengan air PDAM Rp200.000–800.000 dan internet fiber Rp450.000–1,5 juta. Jadi, listrik umumnya adalah pos biaya utilitas terbesar sebuah villa; untuk harga sewanya sendiri, gambaran kisarannya ada di panduan kami tentang sewa tahunan di Bali.

Bagaimana memperkirakan tagihan sebelum tiba di Bali?
Hitungannya bisa dilakukan dari Paris, London, atau Sydney dengan tiga data: daya terpasang, perkiraan pemakaian, dan pajak daerah. Contoh yang kami hitung sendiri dan bisa dicek baris demi baris: villa berdaya 3.500–5.500 VA yang memakai 1.500 kWh dalam sebulan membayar 1.500 × Rp1.699,53 = Rp2.549.295, ditambah pajak penerangan jalan sekitar 5%, jadi sekitar Rp2,68 juta (sekitar US$158 dengan kurs acuan yang dipakai kementerian untuk triwulan ini, Rp16.959,32 per dolar AS), tepat di dalam kisaran tabel. Untuk anggaran hidup di Bali secara lengkap, lihat panduan rinci biaya hidup di Bali.
Sebelum menandatangani kontrak sewa yang Anda temukan lewat iklan — di Lokalfinds atau di tempat lain, terlebih lagi jika dari jauh — empat pertanyaan kepada pemilik akan memberi gambaran jelas soal tagihan nanti:
- Berapa daya terpasangnya? Antara 900 VA dan 5.500 VA, tarif per kWh naik dari Rp1.352 ke Rp1.699,53, dan jawabannya menunjukkan perangkat apa saja yang bisa dinyalakan bersamaan.
- Meteran prabayar atau pascabayar? Harga per kWh sama, pengelolaannya berbeda: di pascabayar, rekening minimum tetap berjalan meskipun Anda sedang bepergian.
- Apakah listrik sudah termasuk dalam harga sewa? Minta jawabannya secara tertulis sebelum membayar apa pun: ketidakjelasan soal biaya utilitas termasuk tanda bahaya klasik dalam sewa properti di Bali.
- Bisakah saya melihat riwayat tagihan atau isi ulang tiga bulan terakhir? Inilah angka paling andal soal pemakaian riil; tangkapan layar PLN Mobile sudah cukup.
Setelah tiba, persiapannya cukup empat langkah — catat ID Pelanggan, pasang PLN Mobile, beli token pertama, cari minimarket terdekat — yang bisa ditambahkan ke daftar periksa pindah ke Bali Anda.

Bagaimana cara menekan tagihan?
Empat cara, semuanya diambil dari uraian di atas:
- AC. Inilah yang membedakan rumah warga lokal dengan tagihan Rp200.000–900.000 per bulan dari villa yang tagihannya beberapa juta; setiap unit yang menyala sepanjang malam akan terasa pada isi ulang berikutnya.
- Riwayat di PLN Mobile. Memantau pemakaian dari minggu ke minggu mencegah kejutan setiap kali membeli token.
- Cara pembayaran. Pilih prabayar jika Anda sering bepergian: di pascabayar, rekening minimum tetap berjalan meskipun meteran tidak terpakai.
- Golongan tarif. Tarif per kWh naik dari Rp1.444,70 ke Rp1.699,53 mulai 3.500 VA, atau 17,6% lebih mahal: di antara dua hunian yang sebanding, yang tersambung dengan daya 2.200 VA membayar lebih murah untuk setiap kWh.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa tarif listrik per kWh di Bali pada 2026?
Rp1.352/kWh untuk meteran 900 VA nonsubsidi, Rp1.444,70 untuk 1.300 dan 2.200 VA, Rp1.699,53 mulai 3.500 VA. Tarif yang ditetapkan Kementerian ESDM ini berlaku sejak 1 Januari 2026 dan secara umum stabil sejak 2022 untuk rumah tangga nonsubsidi. Sebelum pajak, angka ini kira-kira setara US$0,080–0,100/kWh tergantung golongannya; tambahkan pajak penerangan jalan, sekitar 5% tergantung kabupaten/kotanya, untuk mendapatkan harga yang benar-benar dibayar.
Mungkinkah tarif PLN naik sebelum akhir 2026?
Kecil kemungkinannya. Kementerian ESDM meninjau tarif setiap triwulan berdasarkan kurs, harga minyak mentah, inflasi, dan harga batu bara. Kementerian membekukannya selama tiga triwulan pertama 2026; pada Juni, siaran persnya bahkan mengakui bahwa parameter yang ada sebenarnya membenarkan kenaikan, yang dibatalkan “untuk menjaga daya beli”. Untuk Oktober–Desember, menteri menilai kenaikan kecil kemungkinannya pada 5 Oktober, tanpa siaran pers resmi pada tanggal itu, dan media Indonesia memberitakan daftar tarif dipertahankan hingga Desember.
Bagaimana cara mengisi token listrik prabayar di Bali?
Siapkan ID Pelanggan, nomor pelanggan yang terhubung dengan meteran, lalu beli token lewat PLN Mobile, GoPay, OVO, DANA, Shopee, di kasir Alfamart atau Indomaret, di ATM, atau di situs PLN. Anda akan menerima kode 20 digit untuk dimasukkan ke meteran. Nominalnya umumnya mulai Rp20.000; sebagian besar ekspatriat mengisi Rp200.000–500.000 sekali beli. Meteran berbunyi saat sisa kWh tinggal sekitar 20.
Berapa biaya listrik villa dengan kolam renang di Bali?
Rp1,5–3 juta per bulan, atau sekitar US$90–175, untuk villa 2 kamar dengan kolam renang yang ditempati pemiliknya — dua sumber independen sepakat soal ini. Jika disewakan dengan pemakaian intensif, villa yang sama bisa mencapai Rp3–6 juta; villa 3 kamar dengan pemakaian AC tinggi berada di kisaran Rp4–8 juta, dan villa 4 kamar ke atas Rp5–10 juta, kadang lebih. Rumah warga lokal atau guesthouse dengan pemakaian AC sedang umumnya berkisar Rp200.000–1,5 juta.
Apakah prabayar lebih mahal daripada pascabayar?
Tidak: tarif per kWh sama untuk kedua sistem, hal yang ditegaskan secara eksplisit saat daftar tarif Januari 2026 diumumkan. Pada prabayar, pajak penerangan jalan dipotong saat pembelian: token Rp100.000 menghasilkan sekitar 65,7 kWh untuk golongan 1.300–2.200 VA, bukan 69,2 kWh kotor. Pada pascabayar, PLN menerapkan rekening minimum meskipun pemakaian nol, sekitar 52 kWh per bulan untuk meteran 1.300 VA menurut sebuah panduan lokal tahun 2023.
Bisakah warga negara asing (WNA) mendapat tarif listrik bersubsidi?
Jangan berharap. Tarif bersubsidi, Rp415/kWh untuk 450 VA dan Rp605/kWh untuk 900 VA, hanya untuk rumah tangga Indonesia yang terdaftar. Menurut pengalaman di lapangan, hunian yang disewakan kepada ekspatriat dalam praktiknya dikenai tarif rumah tangga nonsubsidi, bahkan tarif bisnis untuk sejumlah villa komersial. Jika sebuah iklan membanggakan listrik yang luar biasa murah, periksa golongan meteran yang sebenarnya, jangan percaya janjinya begitu saja.
Berapa daya listrik (VA) yang dibutuhkan villa di Bali?
Sambungan yang tercatat: 3.500–5.500 VA untuk villa 2–3 kamar dengan kolam renang, minimal 7.700 VA untuk villa 3 kamar dengan pemakaian AC tinggi, 11.000 VA ke atas untuk villa 4 kamar. Daya menentukan tarif per kWh: Rp1.444,70 untuk 1.300 dan 2.200 VA, Rp1.699,53 mulai 3.500 VA. Untuk memeriksanya, kode “CL” di meteran dikalikan 220 memberi perkiraan daya terpasang; CL 16 setara dengan 3.500 VA.
Sumber
- (resmi) Kementerian ESDM, siaran pers 30 Juni 2026: pembekuan tarif triwulan III 2026, parameter acuan.
- (resmi) Kementerian ESDM, siaran pers 17 Maret 2026: pembekuan triwulan II.
- (resmi) BPK, PP No. 4 Tahun 2023: tata cara pemungutan PBJT atas tenaga listrik (batas 10% ditetapkan oleh UU No. 1 Tahun 2022, yang dilaksanakan oleh PP ini).
- (resmi) Bapenda Badung, Perda No. 19 Tahun 2011: pajak penerangan jalan 5% (teks 2011, kini sudah diganti).
- (media) Kompas, 1 Januari 2026: daftar tarif lengkap, tarif bersubsidi dan B-2.
- (media) Kompas TV, 1 Juli 2026: daftar tarif tetap berlaku pada Juli.
- (media) Antara, 5 Juli 2026: pembekuan dikonfirmasi oleh PLN.
- (media) CNBC Indonesia, 5 Oktober 2026: triwulan IV, kenaikan dinilai kecil kemungkinannya oleh menteri, belum ada keputusan resmi pada tanggal itu (diakses 24/10/2026).
- (media) detik, 21 Oktober 2026: tarif triwulan III dipertahankan untuk Oktober–Desember 2026, tanpa tanggal maupun naskah keputusannya (diakses 24/10/2026).
- (institusi pendidikan) Universitas UMSU, 6 Januari 2026: tarif sama untuk prabayar dan pascabayar.
- (komersial) Anteyac, 22 April 2026: tagihan villa, daya terpasang, anggaran biaya utilitas.
- (komersial) Bali Villa Realty, 13 Juli 2026: tagihan, konversi ke dolar AS dengan kurs Rp18.125 (kurs 13 Juli 2026), biaya tambahan 3–5%; tanggal terbit dibaca dari metadata halaman, tidak ditampilkan di layar.
- (komunitas) Sunburnt Atlas, Juli 2026: token, isi ulang, tagihan hunian warga lokal.
- (komunitas) Bali-island.com, 24 Maret 2026: konversi token Rp100.000 ke kWh.
- (komersial) Welcome in Bali, 26 Mei 2025: pembelian token dalam bahasa Prancis, ID Pelanggan, alarm meteran.
- (komersial) S-Gala, 30 April 2026: kode CL.
- (komunitas) MrFixItBali, Juli 2023: rekening minimum pascabayar dan tambahan biaya 5% yang tercatat (halaman bertanggal 2023).



