Di situs iklan baris di Bali, penipuan terbagi dalam dua kelompok, tergantung siapa yang kehilangan uang. Di sisi pembeli: desakan yang dibuat-buat, uang muka yang diminta sebelum melihat barang, iklan barang yang tidak ada, barang curian yang dijual jauh di bawah harga pasar, kode QR yang mengarah ke halaman pembayaran palsu. Di sisi penjual: bukti transfer palsu (sekadar tangkapan layar), kelebihan bayar yang disusul permintaan untuk mengembalikan selisihnya, pembajakan akun lewat kode verifikasi yang dikirim via SMS. Di kedua sisi, ada satu langkah awal yang sama: memindahkan percakapan keluar dari fitur pesan di situs.
Tidak ada statistik resmi Indonesia yang bisa diakses publik dan secara khusus memisahkan penipuan “iklan baris”. Satu-satunya angka yang tersedia adalah rekap kumulatif Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), yang dikelola OJK, per 14 Juli 2026: 608.167 laporan diterima, lebih dari satu juta rekening bank yang dilaporkan, 557.751 rekening diblokir, dan hampir Rp200 miliar dikembalikan kepada korban — mencakup semua jenis penipuan keuangan. Jika uang sudah telanjur ditransfer, kanal resminya adalah IASC, layanan 157 OJK, 110 Polri, dan portal SP4N-LAPOR (verifikasi dijanjikan dalam 3 hari, tanggapan instansi dalam 5 hari).
Apa yang dikatakan — dan tidak dikatakan — angka resmi
Satu-satunya dokumen terbaru yang kuat adalah siaran pers SP 139/DKPU/OJK/VII/2026 tanggal 14 Juli 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Siaran pers ini memuat rekap IASC, pusat penanganan penipuan nasional. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan saat membacanya:
- Angka-angka ini kumulatif sejak tanggal awal yang tidak disebutkan dalam siaran pers. Angka itu menggambarkan total per 14 Juli 2026, bukan aktivitas satu tahun: tak seorang pun bisa menjadikannya volume “2026”.
- Angka itu mencakup semua penipuan keuangan: investasi, pinjaman palsu, penipuan yang mengatasnamakan bank. Tidak ada yang memisahkan transaksi antarperorangan.
- Angka-angka lain dalam siaran pers menyangkut judi online (judol): 2,8 juta hubungan nasabah yang ditolak bank, 51.200 yang ditutup, 32.454 rekening diblokir setelah uji tuntas lanjutan (hingga Mei 2026), serta laporan transaksi keuangan mencurigakan terkait “judi online” yang naik 260,03% dibandingkan 2025. Mendaur ulang angka itu sebagai statistik penipuan iklan sama saja dengan memalsukan data.
| Yang ada angkanya | Yang tidak ada angkanya |
|---|---|
| Rekap kumulatif IASC per 14 Juli 2026: 608.167 laporan, 557.751 rekening diblokir, ~Rp200 miliar dikembalikan | Volume penipuan iklan baris di Indonesia |
| Pemblokiran rekening terkait judi online (hingga Mei 2026) | Penipuan iklan di Bali secara khusus |
| Tenggat yang dicantumkan SP4N-LAPOR: verifikasi 3 hari, tanggapan 5 hari, tanggapan balik pelapor 10 hari | Tenggat resmi untuk melaporkan penipuan ke IASC (tidak ada yang diterbitkan) |
| Entitas yang diblokir Satgas PASTI: 824 — tetapi untuk April–Mei 2024 | Angka setara untuk 2026 di halaman resmi |
Soal prevalensi, sumber-sumbernya berbeda, dan jangan sekali-kali dijumlahkan. Avast, perusahaan keamanan siber (halaman diperbarui 8 September 2025), mengutip studi FTC: di antara orang yang melaporkan kerugian finansial akibat penipuan sejak 2021, satu dari empat menyebut penipuan itu bermula di media sosial. ESET (7 Juli 2022) melaporkan bahwa satu dari enam responden (17%) dalam sebuah survei mengaku pernah menemui penipuan di Facebook Marketplace. Populasi, pertanyaan, dan tahunnya berbeda — dan angka “satu dari empat” itu kami peroleh dari tangan kedua, lewat Avast: sumber primer FTC tidak bisa diakses.
Di Bali, ada bias lokal tambahan: kejahatan kecil kurang dilaporkan. Liputan Coconuts Bali (21 Desember 2020 — sebagai konteks, bukan data terkini) menjelaskan alasannya: ketidakpercayaan terhadap efektivitas polisi, kekhawatiran terkait status keimigrasian, dan keinginan menjaga citra pariwisata Bali. Contoh yang dikutip: pencurian di sebuah villa di Ubud, dengan peralatan senilai Rp14 juta dibawa kabur (sekitar US$993). Karena itu, volume nyata penipuan antarperorangan di Bali pada dasarnya tidak terlihat.

Sisi pembeli: modus yang paling banyak didokumentasikan
Ada tiga tipologi dari perusahaan keamanan siber yang menjadi rujukan: Avast (8 September 2025), Panda Security (29 Maret 2024), dan ESET WeLiveSecurity (7 Juli 2022). Ketiganya membahas Facebook Marketplace, banyak saling beririsan, dan menggambarkan mekanisme yang berlaku untuk semua iklan antarperorangan. Berikut modus yang berlaku apa adanya di pasar barang bekas Bali — motor, furnitur villa, papan selancar, elektronik, sewa hunian.
| Modus | Bentuknya | Cara menangkal |
|---|---|---|
| Desakan yang dibuat-buat | “Ada pembeli lain datang nanti malam”, pembayaran diminta saat itu juga | Jangan bayar sebelum melihat barangnya; desakan itulah tandanya |
| Uang muka atau tanda jadi sebelum melihat | “Saya tahan villa / motornya untuk Anda” | Tidak ada uang muka jarak jauh, tanpa pengecualian |
| Barang fiktif | Kendaraan, hunian, atau elektronik yang tidak pernah diperlihatkan secara langsung | Lihat langsung, atau panggilan video dengan barang tampak di layar |
| Barang curian dijual murah | Harga tidak wajar murahnya, “mau pindah mendadak, semua diobral” | Periksa surat-surat dan identitas pemegangnya |
| Barang palsu dijual sebagai asli | Merek mewah dengan harga banting: pakaian, parfum, perhiasan, kosmetik | Bandingkan dengan harga pasar: selisih yang sangat besar sulit dijelaskan |
| Barang rusak dijual sebagai barang baru | Penjual tak bisa dihubungi begitu uang diterima | Uji barangnya di depan penjual, sebelum membayar |
| Bait & switch | Barang yang menarik mendadak “tidak tersedia”, Anda diarahkan ke barang yang lebih mahal | Tinggalkan percakapan: peralihan itulah modusnya |
| Profil palsu, tautan phishing | Tautan dikirim “untuk konfirmasi” atau “untuk membayar” | Jangan pernah memasukkan data login dari tautan kiriman |
| Kode QR pembayaran palsu | QR dikirim lewat pesan, membuka halaman pembayaran palsu | Pindai QR yang terpajang di toko, jangan QR kiriman orang tak dikenal |
| Kuis atau undian palsu | Pengumpulan data pribadi dengan iming-iming “hadiah” | Jangan berikan data bank untuk “memenangkan” apa pun |
| Biaya kirim atau asuransi palsu | Tagihan pengiriman yang harus dibayar sebelum barang diterima | Barang dilihat dan dibayar di tempat, atau tidak sama sekali |
Dua kekhasan Bali
Uang tunai dan money changer. Banyak transaksi antarperorangan dibayar tunai, sering kali setelah mampir ke money changer. Pada 25 Maret 2026, The Bali Sun merinci dua cara money changer ilegal memperdaya pelanggannya: kurs yang dipajang menyesatkan, dan jumlah uang yang kurang saat dihitung. Langkah yang diumumkan: portal moneychangerbali.com untuk mengenali money changer berizin, rencana pemberantasan lima tahun yang dimotori APVA Bali, dan kampanye penyadaran bersama desa adat Kuta, Legian, dan Seminyak. Sementara itu: hitung ulang di depan loket, sebelum pergi.
Kartu bank. Halaman Indonesia di situs Kementerian Luar Negeri Prancis, France Diplomatie, yang diperbarui 30 Juni 2026, menyatakannya terang-terangan: “Kasus penipuan kartu bank telah dilaporkan. Berhati-hatilah saat menggunakan alat pembayaran ini (jangan biarkan kartu lepas dari pandangan Anda).” Halaman yang sama mencatat meningkatnya kasus jambret di kawasan wisata Bali, Lombok, dan Jakarta, serta kasus minuman yang dicampur obat lalu disusul pencurian. Ingat hal ini sebelum menyetujui pertemuan pada malam hari, di tempat yang dipilih pihak lain.
Untuk kendaraan, pemeriksaan surat-surat tetap menjadi penyaring utama: panduan kami tentang jebakan membeli motor bekas dan tentang STNK, BPKB, dan pajak tahunan merinci apa yang harus diperiksa sebelum mengeluarkan selembar uang pun. Untuk sewa tahunan, uang muka sebelum melihat properti tetap menjadi modus klasik: harga riil per kawasan memberi patokan yang membongkar tawaran yang terlalu bagus untuk jadi kenyataan.
Sisi penjual: bukti transfer palsu dan kerabatnya
Kita merasa aman saat menjadi pihak yang menerima uang. Modus utamanya didokumentasikan oleh Avast: pembeli mengirim tangkapan layar transfer yang “sudah dilakukan” lalu meminta barangnya. Tangkapan layar itu bisa dibuat tanpa biaya; barangnya, sebaliknya, pergi untuk selamanya.
Pertahanannya cukup satu kalimat: bukti transfer bukanlah pembayaran. Selama jumlahnya belum muncul di saldo aplikasi bank Anda sendiri, tidak ada yang berpindah tangan — baik motor, sofa, maupun laptop. Alasan “bank saya butuh beberapa jam” tidak mengubah aturan ini: saldo Andalah yang menentukan, bukan omongan pihak lain.
| Modus di sisi penjual | Bentuknya | Cara menangkal |
|---|---|---|
| Bukti pembayaran palsu | Tangkapan layar transfer yang “sudah dikirim” | Serahkan barang hanya setelah dana masuk terlihat di rekening Anda |
| Kelebihan bayar (overpayment) | Pembayaran melebihi harga yang disepakati, lalu minta selisihnya dikembalikan | Tolak mentah-mentah: pembayaran awal sering kali dibatalkan belakangan |
| Kartu bank curian | Pembeli terburu-buru, tak peduli harga, kadang membayar lebih | Terima pembayaran yang tidak bisa ditarik kembali: transfer yang sudah masuk, atau tunai yang dihitung di tempat |
| Tagihan balik (chargeback) | Pembayaran disanggah setelah barang diterima | Simpan semua jejak tertulis dan bukti serah terima |
| Rekening bersama palsu, kurir palsu | Penyedia jasa “tepercaya” yang dipaksakan pembeli | Tolak perantara apa pun yang dipilih pihak lain |
| Label pengiriman prabayar palsu | Pembeli sendiri yang menyediakan label pengiriman | Pakai kurir pilihan Anda, atau serahkan langsung |
| “Paket tidak pernah sampai” | Klaim setelah pengiriman yang benar-benar terjadi | Minta bukti penerimaan yang ditandatangani |
| Pencurian kode verifikasi (OTP) | “Kirimkan kode yang masuk lewat SMS untuk konfirmasi” | Jangan pernah memberikan kode SMS kepada siapa pun |
| Keluar dari platform | Minta nomor pribadi, pindah ke aplikasi pesan lain | Tetap di fitur pesan situs sampai transaksi selesai |
| Kirim sebelum dibayar | “Kirim saja, saya bayar setelah barang sampai” | Uang masuk dulu, baru barang dikirim |
Kelebihan bayar tercantum jelas dalam daftar tanda bahaya Scamwatch, layanan antipenipuan pemerintah Australia: “pembeli yang mengirim cek atau pembayaran melebihi harga yang disepakati lalu meminta Anda mengembalikan kelebihannya.” Dua tanda lain di halaman yang sama juga berlaku di Bali: pembeli yang berkomitmen membeli barang mahal tanpa pernah datang melihatnya, dan pembeli yang ingin membayar “dengan cara yang tidak biasa” — wesel, kartu prabayar, atau beberapa identitas pembayaran yang berbeda.
Kode verifikasi perlu dibahas tersendiri. Avast, Panda Security, dan ESET menggambarkan skenario yang nyaris sama: dengan dalih “memverifikasi identitas Anda” atau “menyelesaikan transaksi”, pembeli meminta Anda meneruskan kode yang masuk lewat SMS. Kode itu tidak memverifikasi apa pun — kode itu dipakai untuk membuat atau membajak akun atas nama Anda. Tidak ada pembeli, platform, atau bank yang membutuhkan kode yang dikirim ke ponsel Anda.

Mengapa begitu banyak penipuan dimulai dengan “lanjut di WhatsApp, ya?”
Lihat kembali kedua tabel tadi: banyak dari modus itu mensyaratkan keluar dari fitur pesan situs terlebih dahulu. Panda Security bahkan memasukkan desakan untuk meninggalkan platform ke dalam daftar tanda bahaya. Alasannya mekanis.
- Di fitur pesan situs, percakapan tercatat waktunya dan tersimpan: itulah bukti Anda jika terjadi sengketa.
- Di luar situs, yang tersisa hanyalah percakapan di aplikasi pihak ketiga, nomor sekali pakai, dan tidak ada moderasi tempat mengadu.
- Akun penipu bisa lenyap dalam semalam; iklan dan percakapannya tetap bisa dilaporkan — asalkan percakapan memang berlangsung di situs.
Avast menarik satu aturan sederhana dari sini: tetap gunakan fitur pesan internal agar riwayatnya tersimpan, dan hanya gunakan metode pembayaran yang andal dan bisa dilacak. Menelepon tidak dilarang, tetapi harga, syarat, dan kesepakatan harus meninggalkan jejak tertulis di fitur platform.
Di Lokalfinds, hal ini diwujudkan lewat tiga tombol: Laporkan iklan ini, Laporkan profil ini, dan Laporkan pesan ini, masing-masing dengan alasan khusus untuk penipuan (“Penipuan atau upaya penipuan”) dan peninjauan oleh tim moderasi yang dijanjikan dalam 48 jam. Satu laporan yang rinci — tanggal, jumlah uang, tangkapan layar — lebih berguna daripada sepuluh luapan kemarahan. Di sisi penjual, iklan yang ditulis dengan baik sudah menyaring sebagian profil yang mencurigakan: tujuh kiat kami agar cepat laku juga berfungsi sebagai penyaring pertama.
Uang sudah telanjur terkirim: apa yang harus dilakukan, dan dalam urutan apa?
Portal Indonesia Anti-Scam Centre menekankan satu pesan: kecepatan. Penipu memindahkan dana dalam hitungan menit, dari satu rekening ke rekening lain — terlambat satu jam sering kali cukup untuk membuat rekening pertama sudah kosong. Namun, tidak ada batas waktu maksimal resmi yang diterbitkan: tenggat-tenggat yang beredar di grup ekspatriat tidak tercantum di halaman resmi mana pun.
Formulir IASC meminta lima kelompok informasi. Siapkan semuanya sebelum mulai:
1. Identitas pelapor: nama, tempat dan tanggal lahir, kewarganegaraan, pekerjaan, telepon, email.
2. Pindaian kartu identitas dalam format PDF, JPG, atau PNG, maksimal 1 MB.
3. Identitas pihak terlapor: nama, telepon, nomor rekening.
4. Kronologi kejadian dan rincian transaksi: kedua nomor rekening, jumlah uang, tanggal dan jam transaksi yang persis.
5. Persetujuan atas pemrosesan data. Jika melapor atas nama orang lain: surat kuasa (maks. 2 MB) dan kartu identitas korban (maks. 1 MB).
| Lembaga | Fungsinya | Kontak | Tenggat yang dicantumkan |
|---|---|---|---|
| IASC (OJK) | Melaporkan transaksi penipuan; laporan menjadi dasar pemblokiran rekening | iasc.ojk.go.id | Tidak ada tenggat yang diterbitkan — segera bertindak |
| OJK — layanan konsumen | Pertanyaan tentang produk keuangan, pelaporan penipuan dan aktivitas keuangan ilegal (portal APPK) | 157 · 081 157 157 157 · konsumen@ojk.go.id | Tidak dicantumkan |
| Polri | Pintu masuk ke kepolisian nasional | Call center 110 | Tidak dicantumkan |
| Dumas Presisi (Polri) | Pengaduan daring, termasuk terhadap anggota polisi | dumaspresisi.polri.go.id · WhatsApp 0878-8008-0001 | Tidak dicantumkan |
| SP4N-LAPOR! | Pengaduan pelayanan publik, satu pintu lintas instansi | lapor.go.id | Verifikasi 3 hari · tanggapan 5 hari · tanggapan balik pelapor dalam 10 hari |
Tiga catatan sebelum Anda mulai. Dumas Presisi bukan layanan khusus penipuan daring: ini kanal pengaduan umum Polri, termasuk pengaduan terhadap anggotanya sendiri, dan akses ke portalnya memerlukan Google Authenticator. Untuk laporan pidana biasa, jalurnya tetap ke kantor polisi (Polres) — pastikan prosedurnya lewat 110, bukan lewat grup Facebook. SP4N-LAPOR tidak seragam: lebih dari 700 instansi masih memakai versi 3.5, berbanding 10 yang sudah pindah ke versi 4.0, dan lampiran dibatasi 2 MB. Terakhir, dua layanan yang sering disebut di kalangan ekspatriat — portal pengecekan rekening bank dan loket pelaporan kejahatan siber — memang benar ada, tetapi kami tidak bisa memeriksa prosedur pastinya: tanyakan ke bank Anda atau ke 157.
Lalu ada ranah hukum, yang tidak boleh diimprovisasi: kualifikasi pidana, masa kedaluwarsa, dan upaya hukum perdata tidak bisa diselesaikan dari sebuah artikel blog. Untuk segala hal di luar pelaporan, hubungi OJK, polisi, atau penasihat hukum setempat.

Pertanyaan yang sering diajukan
Bagaimana memastikan transfer benar-benar masuk sebelum menyerahkan barang?
Dengan membuka aplikasi bank Anda sendiri dan melihat saldonya bertambah. Tangkapan layar dari pembeli tidak membuktikan apa pun: Avast mendokumentasikan persis modus ini, ketika pembeli mengaku sudah membayar, mengirim bukti transfer, lalu meminta barangnya. Nomor referensi maupun email konfirmasi yang diteruskan tidak bisa menggantikan dana yang benar-benar masuk ke rekening Anda.
Pembeli meminta kode SMS untuk “konfirmasi”: apakah itu wajar?
Tidak, tidak pernah. Avast, Panda Security, dan ESET sama-sama menggambarkan skenario ini: kode itu dipakai untuk membuat atau membajak akun atas nama Anda, bukan untuk memverifikasi apa pun. Tidak ada pembeli, platform, atau bank yang membutuhkan kode yang dikirim ke ponsel Anda. Jika permintaan itu datang, hentikan percakapan dan laporkan profilnya.
Apa yang harus dilakukan pada menit-menit pertama setelah mentransfer uang ke penipu di Bali?
Segera laporkan transaksinya ke Indonesia Anti-Scam Centre (iasc.ojk.go.id) dan hubungi OJK di 157. Portal IASC menjelaskan bahwa dana dipindahkan dalam hitungan menit ke rekening-rekening berikutnya: pemblokiran hanya punya peluang berhasil jika dilakukan sangat cepat. Siapkan kedua nomor rekening, jumlah uang, tanggal dan jam transaksi yang persis, dan pindaian kartu identitas Anda di bawah 1 MB.
Dokumen apa yang perlu disiapkan untuk melaporkan transaksi penipuan ke IASC?
Lima kelompok: identitas Anda (nama, tempat dan tanggal lahir, kewarganegaraan, pekerjaan, telepon, email); pindaian kartu identitas dalam PDF, JPG, atau PNG maksimal 1 MB; identitas pihak terlapor; kronologi dan rincian transaksi (kedua rekening, jumlah uang, tanggal dan jam); serta persetujuan Anda. Untuk melapor atas nama orang lain: surat kuasa maksimal 2 MB dan kartu identitas korban (1 MB).
Adakah statistik penipuan iklan baris yang khusus untuk Bali?
Tidak ada yang bisa kami temukan. Baik OJK maupun Polri tidak menerbitkan rincian “jual-beli antarperorangan” yang bisa diakses daring. Rekap IASC per 14 Juli 2026 — 608.167 laporan, 557.751 rekening diblokir, hampir Rp200 miliar dikembalikan — mencakup semua penipuan keuangan dan bersifat kumulatif, tanpa tanggal awal. Menarik angka lokal dari situ sama saja dengan mengarang.
Mengapa pembeli yang bersikeras pindah ke WhatsApp patut dicurigai?
Karena fitur pesan situs mencatat waktu dan menyimpan percakapan: itulah bukti Anda jika terjadi sengketa. Panda Security memasukkan desakan untuk meninggalkan platform ke dalam daftar tanda bahaya di sisi penjual. Begitu keluar, yang tersisa hanya nomor sekali pakai, tanpa jejak yang bisa dipakai dan tanpa moderasi. Lakukan negosiasi di fitur pesan internal, lalu silakan menelepon setelahnya untuk mengatur pertemuan.
Pembeli membayar lebih dari harga yang disepakati lalu minta dikembalikan: apa yang harus dilakukan?
Tolak, kembalikan uangnya lewat kanal yang sama jika jumlah itu memang masuk, dan laporkan profilnya. Layanan resmi pemerintah Australia, Scamwatch, secara tegas memasukkan kasus ini ke dalam tanda bahaya bagi penjual: pembayaran awal sering dibatalkan setelah Anda mengembalikan kelebihannya, dan Anda kehilangan kedua jumlah itu. Tidak ada pembeli jujur yang punya alasan membayar lebih dari harga yang tercantum.
Sumber
- OJK — siaran pers SP 139/DKPU/OJK/VII/2026, 14 Juli 2026 (resmi) — rekap kumulatif IASC dan angka perbankan terkait judi online.
- Indonesia Anti-Scam Centre (OJK) (resmi) — prosedur pelaporan, dokumen yang diminta, pentingnya bertindak cepat.
- OJK — portal konsumen APPK (resmi) — kanal 157, 081 157 157 157, konsumen@ojk.go.id.
- OJK — Satgas PASTI (resmi) — pelaporan aktivitas keuangan ilegal; angka yang ditampilkan bertanggal April–Mei 2024.
- SP4N-LAPOR! (resmi) — pengaduan pelayanan publik, tenggat 3 / 5 / 10 hari, lampiran maksimal 2 MB.
- Polri dan Dumas Presisi (resmi) — call center 110, pengaduan daring, WhatsApp 0878-8008-0001.
- France Diplomatie — Indonesia, keamanan (30 Juni 2026) (resmi) — penipuan kartu bank, pencurian di kawasan wisata, minuman yang dicampur obat.
- Scamwatch, pemerintah Australia — Buying or selling (resmi) — tanda bahaya di sisi penjual, termasuk kelebihan bayar.
- Avast — penipuan di Facebook Marketplace (8 September 2025) (komersial) — tipologi pembeli/penjual, bukti transfer palsu berupa tangkapan layar, pencurian kode verifikasi, statistik FTC dari tangan kedua.
- Panda Security — 18 penipuan di Marketplace (29 Maret 2024) (komersial) — desakan dan keluar dari platform, bukti penerimaan yang ditandatangani.
- ESET WeLiveSecurity (7 Juli 2022) (komersial) — biaya kirim dan asuransi palsu, pembajakan kode, statistik “satu dari enam”.
- The Bali Sun (25 Maret 2026) (media) — penipuan kurs dan penghitungan uang di money changer Bali.
- Coconuts Bali (21 Desember 2020) (media) — konteks tentang kejahatan yang kurang dilaporkan di Bali.



